Kamis, 04 April 2013

peranan dan tanggung jawab stap sekolah dalam bimbingan karir di sekolah


BAB 1
PENDAHULUAN
 I . BIMBINGAN KARIR
1.       KONSEP DASAR BIMBINGAN KARIR
Rochman Natawidjaja (1990: 1) memberikan pengertian bimbingan karir sebagai berikut:
“..Bimbingan karir adalah suatu proses membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja di luar dirinya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja itu untuk pada akhirnya dapat memilih bidang pekejaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut”. Conny Semiawan (1986:3) memberikan definisi bimbingan karir lebih luas, yaitu seperti berikut: “..Bimbingan karir (BK) sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan individu yang harus dilihat sebagai bagian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif dan afektif, maupun keterampilan seseorang dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan maupun perolehan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki kehidupan, tata hidup dari kejadian dalam kehidupan yang terus-menerus berubah; tidak semata-mata terbatas pada bimbingan jabatan atau bimbingan tugas”.

Mohamad Surya (1988:31) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu individu dalam memecahkan masalah karir, untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya antara kemampuan dengan lingkungan hidupnya, memperoleh keberhasilan dan perwujudan diri dalam perjalanan hidupnya.

Dengan mencermati uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan, pendekatan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. Dengan demikian, bimbingan karir difokuskan untuk membantu individu menampilkan dirinya yang memiliki kompetensi/keahlian agar meraih sukses dalam perjalanan hidupnya dan mencapai perwujudan diri yang bermakna bagi dirinya dan lingkungan di sekitarnya.
Dalam menyelenggarakan layanan bimbingan karir, perlu rnemperhatikan prinsip-prinsip berikut:

1.        Bimbingan karir merupakan suatu proses berkelanjutan dalamseluruh perjalanan hidup seseorang, tidak merupakan peristiwa yang terpilah satu sama lain. Dengan demikian. bimbingan karir merupakan rangkaian perjalanan hidup seseorang yang terkait dengan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan yang dijalaninya.
2.       Bimbingan karir diperuntukkan bagi semua individu tanpa kecuali. Namun dalam praktiknya prioritas layanan dapat diberikan terutama bagi mereka yang sangat memerlukan pelayanan. Skala prioritas diberikan dengan mempertimbangkan berat-ringannya masalah dan penting tidaknva masalah untuk segera dipecahkan. Oleh karena layanan bimbingan karir diperuntukkan bagi semua siswa, maka pemberian layanan bimbingan karir sebaiknya lebih bersifat preventive- developmental.
3.        Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang dalam proses berkembang. Dengan demikian ciri-ciri perkembangan pada fase tertentu hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan bimbingan karir.
4.        Bimbingan karir berdasarkan pada kemampuan individu untuk menentukan pilihannya. Setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan, tetapi harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari pilihan/keputusannya itu. Ini berarti bahwa bimbingan karir tidak sekedar memperhatikan hak individu untuk menentukan dan memutuskan pilihan sendiri, tetapi juga membantu individu untuk mengembangkan cara-cara pemenuhan pilihan/putusan itu secara bertanggung jawab.
5.        Pemilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuantentang diri. Hal ini mengandung  arti bahwa individu perlu memahami terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam dirinya, seperti bakat, minat, nilai-nilai, kebutuhan, hasil kerja/prestasi belajar dan kepribadiannva.
6.       Bimbingan karir membantu individu untuk memahami dunia kerja dan sejumlah pekerjaan yang  ada di masyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.

BAB II
PEMBAHASAN
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB STAF SEKOLAH DALAM BIMBINGAN KARIR

2.       PERAN DAN TUGAS PEMBIMBING/KONSELOR

Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.

Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
1.                   Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
2.                Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
3.                   Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
4.                   Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Bimbingan dalam karangka program pendidikan di  sekolah
Bimbingan adalah searah dengan pendidikan, didalam pendidikan terdapat tiga  unsur pokok yang bertujuan satu arah yaitu :
a.       Bidang adminitrasi dan kepemimpinan
b.      Bidang pengajaran, dan
c.       Bidang Bimbingan pemberian bantuan



Ketiga bidang diatas mempunyai satu tujuan yaitu :
“ perkembangan yang optimal dari setiap individu ( sisiwa ) sesuai dengan : kemampuan, minat, dan nilai-nilai yang dianutnya masing-masing

a.       Peran dan fungsi konselor disekolah dasar
Menurut Komite Konselor Sekolah Dasar (ACES–ASCA; 1966), dilaporkan bahwa peran dan fungsi konselor sekolah dasar sedikitnya ada tiga, yaitu: (1) konseling, (2) konsultasi dan (3) koordinasi, sedangkan menurut Pusat Sumber Informasi Pendidikan atau Pelayanan Konseling dan Personal (ERIC/CAPS), bahwa peran dan fungsi konselor di sekolah dasar dapat diidentifikasi sebagai berikut: konseling, konsultasi, pengukuran siswa, membatu orang tua siswa, memberikan referal, program perencanaan, pengembangan karir, sebagai agen pembaharu, ombudsman, pendisiplin, humas, melakukan penelitian lokal, perencanaan kurikulum, dan melakukan screening.
Selanjutnya, Wilgus dan Shelley (1988) menambahkan beberapa tanggung jawab berkenaan dengan peran dan fungsi konselor di SD, sebagai berikut: menyajikan informasi dan pendidikan pada orang tua, mengadakan pertemuan baik yang bertujuan bimbingan dan konseling maupun yang bukan, program kelas, program pengenalan, pengembangan staf, pengalihan, observasi kelas, hubungan orang tua, dan tanggung jawab lainnya terhadap sarana dan prasarana penujang di sekolah.
 Pakar lainnya, Snyder (1993) menambahkan beberapa tanggung jawab lain berkaitan dengan peran konselor di SD, yaitu: pelatihan dan koordinasi program bantuan teman sebaya, dan tugas administrasi seperti: pengukuran, supervisi, keterlibatan dalam komite penasehat bimbingan dan konseling, dan memimpin evaluasi program bimbingan.
b.      peran dan fungsi konselor menengah pertama

Pada tingkatan tertentu konselor sekolah menengah (pertama) melakukan jenis tugas yang sama dengan konselor sekolah dasar, namun ada beberapa tugas tambahan dan prioritas. Miller (1986) mengidentifikasi fungsi-fungsi konselor di sekolah menengah dalam urutan prioritas sebagai berikut: konsultasi dengan guru, memberikan informasi program bimbingan, mengorganisasi dan mengelola program bimbingan, mengevaluasi keampuhan layanan bimbingan, konseling seorang demi seorang untuk masalah pribadi dan sosial, konseling orang per orang untuk masalah pendidikan, konseling kelompok kecil untuk masalah pendidikan, konseling kelompok kecil untuk masalah pribadi da sosial, menilai siswa dan referal.

Konselor sekolah menengah pertama harus peka terhadap perubahan perkembangan yang cepat pada diri siswa remaja sebagai dasar dalam penyusunan program yang fleksibel, Penggunaan bimbingan kelompok, sarana teman sebaya, dan konsultasi dengan guru untuk membantu siswa mengambil suatu tingkat tanggung jawab tertinggi bagi kehidupan dan pendidikan sangat ditekankan. Pada tingkat ini bimbingan karir sangat nyata dan jelas. Konselor harus memberikan informasi tentang pekerjaan/karir dan membantu siswa untuk membuat keputusan tentang pemilihan sekolah dan pendidikan yang akan datang.

  Miller (1986) mengidentifikasi fungsi-fungsi konselor di sekolah menengah pertama
  konsultasi dengan guru
   memberikan informasi program bimbingan
   mengorganisasi dan mengelola program bimbingan
   mengevaluasi keampuhan layanan bimbingan

Contohnya : konselor dapat memperkenalkan dunia kerja dengan cara memberikan informasi kepad siswa tentang sekolah yang akan dia tempuh.
c.    Peran konselor dalam bimbingan karir siswa SMA

1.       Pemantapan diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan.
2.       Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya, khususnya karir yang hendak dikembangkan.
3.       Pemantapan pengembangan diri berdasarkan IQ, EQ, dan SQ untuk pengambilan keputusan pemilihan karir sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
4.       Orentasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha untuk memperolah penghailan untuk memenuhi kepentingan kehidupan.
5.       Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai karir yang hndak dikembangkan.

3.       PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM BIMBINGAN KARIR

Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelengaraan pendidikan disekolah memegang peranan dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling disekolah. Dan juga Kepala sekolah adalah orang yang menentukan, khususnya terlaksananya bimbingan karir, keberhasilan program bimbingan dan konselin disekolah tidak hanya ditentukan oleh keahlian petugas bimbingan itu sendiri, namun juga sangat ditentukan oleh peran staf sekolah, terutama kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor.

§  Sebagai administrator kepala sekolah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan seluruh program layanan BK yang dipimpinnya. Kepala sekolah adalah orang yang paling berpengaruh dalam pengembangan dan peningkatan bimbingan dan konseling disekolah.
§  Sebagai supervisor kepala sekolah bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program penilaian, membantu mengembangkan kebijakan dan prosedur-prosedur bagi pelaksaan program disekolah secara terperinci.

Prayitno ( 2004 ) merincikan peran, tugas, dan tanggung jawab kepala sekolah dalm bimbingan dan konseling disekolah sebagai berikut:

a.       Mengkordinasikan segenap kegiatan yang diprogrankan disekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
b.      Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbaga kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bmbingan konseling  yang efektif dan efesien.
c.       Melakukan pengawasan dan pelaksanaan program penilaian dan upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan konseling.
d.      Mempertanggung jawabkan pelaksanaan bimbingan konseling disekolah.
e.      Memfasilitasi guru bimbingan/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan professional. Melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.
f.        Menyediakan fasilitas kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dibidang bimbingan konseling.

Sementara itu, Allen dan Cristensen ( dalam kusmitardjo,1992 ) mengemukakan peran dan tanggung jawab kepala sekolah dalam pelayanan bk karir disekolah.

a.       Menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan bimbingan konseling.
b.      Menyusun rencana untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi tentang pekerjaan atau jabatan
c.       Menyediakan waktu atau jadwal kegiatan bimbingan konseling.
d.      Merencanakan program untuk mewawancara murid dengan tidak mengganggu jalannya jadwal pelajaran sehari-hari.
Dari uraian diatas dapatlah dismpulkan bahwa tugas kepala sekolah dalam  bimbingan karir  disekolah, kepala sekolah dapat menetapkan personalia bimbingan karir ( bk ) , membantu fasilitas dan sarana prsarana yang diperlukan, dan juga menginterprestasikan program bk kepada murid-murid yang diberi pelayanan, serta dapat menentukan tugas dan peranan dari anggota staf, dan membagi tanggung jawab untuk menentukan  tugas ini kepala sekolah dapat meminta bantuan kepada staf lain.
4.       PERAN DAN TANGGUNG JAWAB WALI KELAS DALAM BIMBINGAN KARIR.

Sebagai pengelola kelas dalam pelayanan bimbinan konseling disekolah wal kelas berperan :

a.       Membantu guru pembimbing /konselor dalam melaksanakan tugasnya kususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya.
b.      Membantu guru pelajaran melaksanakan perannya dalam pelayanan bk .
c.       Berpartisifasi aktif dalam kegiatan bimbingan konseling seperti konferensi kasus.
d.      Mengalih tangan kan siswa yang memerlukan layanan bk kepada guru pembimbing.

5.       PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KARIR

Disekolah, tugas dan tanggunng jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa kendati demikian, bukan berarti guru sama sekali lepas dengan kegiatan bk disekolah. Peran dan kontribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan  kepentingan efektivitas dan efesien pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah. Bahkan dalam batasan tertentu guru dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya.
Wina Sanjaya ( 2006 ) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk pembimbing yang baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang di bimbingnya.

Prayitno ( 2003 ) merinci peran, dan tanggung jawab guru-guru pelajaran dalam bk adalah :

a.       Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan konseling kepada siswa.
b.      Membantu guru pembimbing/ konselor mengidentifikasikan siswa yang memerlukan layanan bk, serta pengumpulan data tentang siswa.
c.       Membantu mengembangkan suasana kelas dan hubungan guru dan siswa, serta hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan bimbingan karir.
d.      Memberkan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan bimbingan konseling untuk menjalani kegiatan.
e.      Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan permasalahan siswa, seperti konferensi kasus.
f.        Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelaksanaan bimibngan konseling serta upaya tindak lanjut.
Guru bertugas sebagai pembimbing
Guru bertugas tidak hanya sebagai pengajar , tetapi juga bertugas sebagai pendidikan, namun guru harus berperan juga sebagai pembimbing.
        Sebenarnya guru bidang study mempunyai kesempatan yang lebih banyak dengan para siswa dari pada guru pembimbing yang khusus, kesempatan yang dimaksud kesempatan bertemu tatap muka , menyampaikan informasi, memberikan pengarahan kesempatan untuk lebih mengenal para siswa.

Tugas guru adalah sebagai
1.       Pendidikan adalah
1.1   pemelihara system nilai yang merupakan sumber kedewasaan, dan  pengembangan system nilai ilmu pengetahuan
1.2   penerus system nilai, terhadap para siswanya
1.3   peterjemah system nilai dengan melalui pribadi dan perilakunya dalam proses interaksi dengan para siswa
1.4   penyelenggara terciptanya proses pendidikan yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara formal (kepada atasan yang mengangkat ) maupun secara moral ( kepada sasaran didik dan kepada tuhan )

2.       pengajaran adalah
2.1perencana, yang harus disiapkan apa yang akan dilakukan dalm proses belajar mengajar
2.2   pelaksana, yang harus mempersiapkan situasi, memimpin, merangsang, menggerakan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai rencana.
2.3   Penilai, yang akan mengumpulkan, menganalisis, mentafsirkan dan pertimbangan tingkat keberhasilan proses belajar mengajar berdasarkan kreteria yang telah ditetapkan
Tugas guru mata pelajaran selain kedua hal diatas menurut Gage dan Berliner ( Abin syamsudin, 1985 ) menambahkan bahwa tugas guru adalah sebagai pembimbing.Bahwa tugas guru sebagai
3.       Pembimbing adalah bertugas untuk
3.1   mengidentifikasikan siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar
3.2   melakukan diagnosa, yaitu berdasarkan data ( selengkap mungkin ) untuk memperkirakan memperkirakan kesulitan yang dialami oleh siswa yang bersangkutan
3.3   melaksanakan prognosa, yaitu melaksanakan bantuan- bantuan yang mungkin diberikan atas dasar dianosa
3.4   memberi bantun penyembuhan dengan cara remedial
3.5   memberikan remedial teaching, bila dalam batas wewenangnya contohnya  bila guru bidang studi matematika memberikan remedial teaching kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika.





Sumber / alamat website
 Depdiknas. 2009.  Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Muro and Kattman. (1995). Guidance and Counseling in The Elementary and Middle School, A Practical Approach. Brown and Brenchmark: Madison Wisconsine Iowa
Muro & Kottman. (1995). Guidance and Counseling in the Elementary and Middle Schools. Wisconsin-Iowa: Brown Communication., Inc

lhttp://www.psikologi.tarumanagara.ac.id/s2/wp-content/uploads/2010/09/10-peran-guru-bimbingan-konseling-bk-terhadap-perencanaan-passion-siswa-wiriana.pdf






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
$(document).ready(function() { $('img').each(function(){ var $img = $(this); var filename = $img.attr('src') $img.attr('title', filename.substring((filename.lastIndexOf('/'))+1, filename.lastIndexOf('.'))); $img.attr('alt', filename.substring((filename.lastIndexOf('/'))+1, filename.lastIndexOf('.'))); }); }); Read more: http://rudicyber4rtcrew.blogspot.com/2013/04/alt-text-otomatis-untuk-gambar-di.html#ixzz2UjoPWOiF